Lampu jalan LED 100 watt belakangan sedang banyak dibanyak dibicarakan dan digadang-gadang dapat menjadi sumber cahaya penerangan jalan di masa depan. Seperti dirasakan oleh banyak orang, penerangan jalan memiliki peran yang sangat penting bagi pengguna jalan pada malam hari. Dengan penerangan yang maksimal, pengguna jalan dapat berkendara dengan lebih aman dan merasa nyaman di tengah gelapnya malam. 

Dalam rangka memenuhi penerangan yang ideal di badan jalan, diperlukan adanya perhitungan dan pertimbangan matang. Berikut ini beberapa pertimbangan yang dapat digunakan untuk dapat memberikan penerangan efektif di ruas jalan:

  1. Efisiensi cahaya

Pertimbangkan seberapa terang cahaya yang dihasilkan lampu dan seberapa ruas area yang harus diterangi. Kedua hal ini tentu harus berbanding lurus agar penerangan dapat beroperasi dengan efisien. Setiap sumber lampu memiliki kapasitas penerangan berbeda. Oleh karena itu, Anda memerlukan penghitungan yang detail dalam menghitung kapasitas lampu PJU LED yang dibutuhkan untuk menerangi suatu kawasan. 

  1. Otomatisasi

Keberadaan lampu yang tidak berada di dalam ruangan kerap kali terabaikan saat matahari terbit. Mungkin Anda juga pernah melihatnya dimana lampu JPU tetap menyala meskipun matahari sudah terbit tinggi dan mengeluarkan cahaya yang terang. Penggunaan terus menerus dengan pengaturan on off yang sering luput akan berdampak pada membengkaknya tagihan listrik di akhir bulan. Jika hanya 1 atau 2 lampu yang lupa dimatikan, mungkin beban biaya tidak akan terlalu tinggi. Namun bagaimana jika ada 100 lampu jalan yang lupa dimatikan setiap harinya? Bisa dibayangkan berapa tambahan beban listrik yang harus dibayarkan pemerintah daerah. 

Untuk mengatasi hal ini, gunakanlah teknologi lampu pintar yang dapat menyala dan mati secara otomatis. Jenis lampu ini dilengkapi dengan sensor cahaya yang dapat mengatur sendiri kapan harus menyala dan mati. Karena kondisi cuaca belakangan ini juga cukup sulit untuk diprediksi, tidak ada salahnya menambahkan komponen sensor timer pada lampu tersebut. 

  1. Biaya operasional

Penggunaan lampu jalan yang cukup lama tentu menimbulkan biaya operasional tidak sedikit. Jika dalam satu hari, lampu jalan menyala selama 12 jam maka selama 30 hari ia akan terus menyala selama 360 jam. Jika ada 100 lampu jalan yang terus menyala selama 360 jam sebulan, sudah terbayang berapa beban listrik ditimbulkan? 

Oleh karena itu, diperlukan adanya pertimbangan untuk memilih produk berkualitas dengan cost operasional minimal. Lampu LED dianggap menjadi jenis lampu yang memenuhi kriteria tersebut. Dengan penggunaan energi listrik yang minimal, lampu LED mampu menghasilkan cahaya lebih terang. Jika dibandingkan dengan lampu jenis lainnya seperti lampu pijar, merkuri, lampu LVD dan lampu HPL-N, Lampu LED hadir dengan tingkat efisiensi lebih tinggi. Demi menghemat biaya operasional penerangan jalan, pilihlah jenis lampu PJU LED. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *